Bahaya Abu Vulkanik, Partikel Kecilnya Tembus Masker Kain

Abu vulkanik.
Dengan mudah terhirup ke paru-paru dan menyebabkan masalah kesehatan.

Maya Sofia, Marlina Irdayanti | Jum’at, 14 Februari 2014, 10:40 WIB

VIVAlife – Letusan Gunung Kelud yang tejadi Kamis malam, 13 Februari 2013, menjadi ancaman bukan hanya bagi warga Kediri, Jawa Timur, tapi juga warga di wilayah Jawa Tengah. Hujan abu vulkanik bahkan terbang hingga wilayah yang berjarak ratusan kilometer dari Gunung Kelud.

Akibatnya, warga di wilayah Jawa harus mengenakan masker untuk melindungi diri dari dampak buruk abu vulkanik. Sebab, partikel mikroskopis abu vulkanik ini bisa dengan mudah terhirup ke dalam paru-paru dan menyebabkan masalah kesehatan.

Menurut WHO, partikel abu vulkanik yang paling berpotensi merusak tubuh adalah partikel terkecil yang ukurannya mencapai kurang dari 1/100 milimeter. Partikel ini sangat berbahaya, karena mampu menembus masker kain dan lebih mudah masuk ke dalam paru-paru.

Untuk itu, mereka yang menderita bronkhitis, emfisema, dan asma disarankan mengurangi aktivitasnya di luar ruangan. Ini dilakukan untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat memperparah gangguan kesehatan.

Abu yang terbentuk selama letusan gunung ini terdiri atas fragmen batuan halus, mineral, dan kaca dengan karakter keras, kasar, korosif, serta tidak larut dalam air. Partikelnya yang kasar bukan hanya berbahaya bagi kesehatan paru, tapi juga dapat membuat mata terasa tidak nyaman, bahkan memicu iritasi terutama bagi mereka yang mengenakan lensa kontak.

Karena itu, disarankan untuk mengenakan kacamata biasa selama berada di wilayah yang terguyur hujan abu vulkanik. Selain itu, tidak sembarangan menggosok mata meski terasa sakit, gatal dan memerah. Karena gosokan tangan dikhawatirkan dapat memicu goresan partikel abu di kornea.

Akibat terburuk, abu vulkanik dapat menyebabkan peradangan pada kantung conjuctival yang mengelilingi bola mata, sehingga menyebabkan mata memerah, seperti terbakar dan sensitif terhadap cahaya.

Selain partikel berbahaya, abu vulkanik juga berpotensi mengandung gas belerang dioksida dalam kadar rendah. Itulah mengapa ketika mulai mencium aroma belerang, sangat disarankan segera menjauh dari kawasan tersebut. (art)

Berbagai sumber.
© VIVA.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s