Cinta 100 hari

Cinta 100 hari

kisah ini bermula dari perkenalan Aldy & Ayu, yg lg duduk bersama ditaman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara shbt” mereka sedang asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing”.
Ayu: “Huuaahh bosen bngt! Aku berharap Aku bs pny pacar yang bisa berbagi denganku”.
Aldy: “Hmm kaya nya cuma tinggal kita berdua yang masih jomblo. Cuma kita berdua yang sama2 belum punya pasangan”.
(Keduanya mengeluh dan diam beberapa saat)
Ayu: “Aku punya ide bagus, gimana klo kita adakan permainan?”.
Aldy: “Eh? Permainan apa?”.
Ayu: “Gampang, Aku jadi pacar Kamu, Kamu jadi pacar Aku. Tapi cuma buat 100 hari. Gimana menurut Kamu?”.
Aldy: “Boleh juga. Lagian Aku juga ga punya rencana apa2 buat beberapa bulan kedepan”.
Ayu: “Klo gitu semangat dong! Hari pertama kita jadian nih. Mau jalan2 ke mana kita?”.
Aldy: “Gimana klo kita nonton aja? Filmnya lagi bagus2 tuh di bioskop”.
Ayu: “Wah blh juga, habis nonton kita karaoke yuk!”
Aldy: “Boleh juga! Aku pengen denger suara Kamu. Hehe”.
(Mereka pun pergi nonton dan berkaraoke. Setelah itu Aldy mengantarkan Ayu pulang malam harinya)
Hari ke 2
Aldy dan Ayu menghabiskan waktu berdua di sebuah cafe. Mereka bercanda sambil mengobrol. Suasanan cafe yang remang2 dan lantunan suara musik membuat hati mereka pada situasi yang romantis. Sblm pulang, Aldy membelikan sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Ayu.
Hari ke 3
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado utk shbt Aldy. Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan untuk membeli sebuah miniatur mobil2an. Setelah itu mereka beristirahat di food court. Makan sepotong kue dan segelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya.
Hari ke 7
Aldy dan Ayu bermain bowling. Tangan Ayu terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Aldy memijit-mijit tangan Ayu dengan lembut.
Hari ke 25
Aldy mengajak Ayu makan malam di Ancol Bay. Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Ayu memandang langit dan melihat bintang jatuh. dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya.
Hari ke 41
Aldy berulang tahun. Ayu membuatkan kue ulang tahun untuk Aldy. Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Aldy terharu menerima kue itu dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup lilin ulang tahunnya.
Hari ke 67
Menghabiskan waktu di Dufan. Naik Halilintar, makan es krim bersama dan mengunjungi stand permainan. Aldy menghadiahkan sebuah boneka Teddy Bear untuk Ayu dan Ayu membelikan sebuah pulpen untuk Aldy.
Hari ke 72
Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari Negeri China. Ayu penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. Sang peramal hanya mengatakan, “Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang”. Kemudian peramal itu meneteskan air mata sambil menggenggam tangan Aldy dan Ayu.
Hari ke 84
Aldy mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. Mereka melepaskan alas kaki dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. Matahari terbenam dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi.
Hari ke 99
Aldy memutuskan untuk menjalankan hari ini dengan santai dan sederhana. Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah bangku di taman kota.
15.20
Ayu: “Aku haus, duduk dulu yuk sebentar!”.
Aldy: “Duduk di sini. Aku beli minuman dulu ya. Kamu mau minum apa?”.
Ayu: “Aku aja yang beli. Kamu kan cape habis nyetir seharian. Sebentar yaa”.
Aldy mengangguk, karena kakinya memang sudah pegal setelah menyetir. Karena di Jakarta selalu macet dimana-mana.
15.30
Aldy sudah menunggu selama 10 menit dan Ayu belum kembali juga.
Tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal berlari ke arahnya dengan wajah panik.
Aldy: “Ada apa Pak?”.
Bapak: “Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Sepertinya perempuan itu adalah temanmu”.
Aldy segera berlari bersama dengan Bapak itu.
Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang, tergeletak tubuh Ayu bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. Aldy segera melarikan mobilnya membawa Ayu ke rumah sakit terdekat.
Aldy duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan.
23.53 . .
Dokter: “Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik. Saat ini dia masih bernafas, namun Yang Maha Kuasa akan segera menjemputnya. Kami menemukan surat ini didalam kantung bajunya”.
Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Aldy dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Ayu. Wajah Ayu pucat tetapi terlihat damai.
Aldy duduk disamping pembaringan Ayu dan menggenggam tangan Ayu dengan erat. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Aldy merasakan luka yang sangat dalam di hatinya. Butiran air mata mengalir dari kedua matanya. Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Ayu untuknya.
Dear Aldy . .
Hari ke 100 kita sudah hampir berakhir. Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. Walaupun kadang-kadang Kamu jutek, ketus dan tidak bisa ditebak, tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. Aku sudah menyadari bahwa Kamu adalah pria yang sangat berharga dalam hidupku. Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya.
Sekarang Aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, Aku ingin Kamu menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap Kamu juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Aldy, Aku sangat sayang padamu.
23.58 . .
Aldy: “Ayu, apakah Kamu tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya. Ayu, Kamu tidak bisa meninggalkan Aku! Hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! Aku juga sayang padamu Ayu. Jangan tinggalkan Aku, jangan biarkan Aku kesepian! Ayu, Aku sayang Kamu!”.
Jam dinding berdentang 12 kali . .
Jantung Ayu berhenti berdetak . .
Hari itu adalah hari ke 100 . .
Katakan perasaanmu pada orang yang Kamu sayangi sebelum terlambat.
Kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kamu tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Like & Share

Source : Sad Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s