9 Hal Paling Menyebalkan yang Dialami Make Up Artist

Pasti sudah pada kenal dong, dengan Gyanda (@andaws)?, video producer Female Daily yang juga seorang makeup artist. Video-video tutorial yang ia buat seperti Sweet & Dramatic Graduation Makeup danValentine’s Day Makeup with Urban Decay Naked 3 sudah banyak sekali ditonton di Youtube channel kami. Kalau kamu belum nonton, wajib banget klik videonya sekarang juga.

Nah, kemarin saya ngobrol-ngobrol dengan Gyanda seputar pekerjaannya sebagai makeup artist. Dari cerita-cerita Gyanda, ternyata sering lho, ada kata-kata atau perlakuan dari klien yang terkadang membuat sang makeup artist menjadi gerah, risih, atau bahkan tersinggung! Nah, kira-kira apa saja tuh, ya? Penting nih dibaca, supaya kita tidak menjadi klien yang menyebalkan!

1. Menanyakan rate lalu hilang

“Aku sering banget dikontak oleh calon klien dan ditanyai info soal rate. Beberapa bisa langsung oke, tapi ada juga yang setelah aku kasih tau rate aku, chat-nya cuma di-read aja dan nggak dibalas lagi. Aku nggak apa-apa kok kalau memang nggak jadi, tapi kan at least bisa bilang terima kasih atau basa-basi, ‘Okay, aku pikir-pikir dulu ya.’ Kayaknya kan lebih enak aja gitu, daripada tiba-tiba langsung hilang tanpa jejak.”

2. Disuruh menyebutkan produk apa saja yang dipakai

“Makeup artist itu kan pasti punya banyak produk ya, jadi sepertinya nggak mungkin kalau kita sebutin satu-satu produk apa saja yang dipakai,” jelas Gyanda. “Jarang banget ada makeup artist yang bisa pakai satu brand untuk seluruh muka.”

Masuk akal sih, menurut saya, karena makeup artist zaman sekarang kan juga jauh lebih kreatif. Bahkan ada yang mencampurkan 2 warna foundation dari merek berbeda untuk mendapatkan warna yang cocok untuk kulit klien.

“Buat aku, lebih baik ditanya “Makeup-nya mostly high-end atau drugstore?” daripada disuruh menyebutkan produk, karena memang ada makeup artist yang membedakan tarif antara makeup dengan produk-produk high-end dan drugstore,” tambah Gyanda.

3. Menawar harga berdasarkan ketebalan makeup

Ternyata ada lho, orang yang menawar harga lebih murah karena “minta makeup-nya tipis-tipis saja.” Menurut Gyanda, permintaan seperti ini seolah hanya mengukur jasa mereka hanya diukur dari tebal atau tidaknya hasil makeup yang diinginkan.

“It doesn’t work that way. Mau tebal ataupun tipis, tentu jumlah makeup yang diaplikasikan akan disesuaikan dengan wajah sang klien. Tarif makeup juga kan pasti berbeda-beda, ada tarif makeup party, lamaran, photoshoot, wedding, dan lain-lain. Semua disesuaikan dengan acara yang akan didatangi. Jadi tebal atau tipisnya makeup nggak ada hubungannya dengan tarif yang diberikan oleh MUA.”

4. Ditanya makeup yang digunakan asli atau palsu.

“Kayaknya nggak butuh dijelasin lagi deh, kenapa ini nyebelin banget!” kata Gyanda sambil tertawa. Oke, paham banget, kok.

5. Diminta melakukan makeup mistakes

“Salah satunya adalah minta warna foundation dua tingkat lebih terang supaya kelihatan putih, padahal itu kan udah big no no banget. Yang ada kulit wajah jadi terlihat belang atau ashy seperti hantu!”

“Selain itu, ada juga yang minta dipakaikan foundation berlapis-lapis, padahal sebenarnya nggak perlu. Foundation yang dipakai terlalu berlebihan kan bisa bikin muka kelihatan cakey dan terlalu “dempul” which means hasil akhirnya nggak akan terlihat bagus.”

6. Diminta memakaikan makeup natural, tapi yang dikasih lihat foto Kim Kardashian

“Mungkin klien belum terlalu ‘ngeh’ kalau makeup ala Kim Kardashian itu butuh banyak banget produk!” Mengingat Kim K adalah the queen of highlight and contour, saya harus setuju dengan Gyanda. Memang, sekilas makeup Kim bisa terlihat natural.

Tapi pada faktanya, makeup ala Kim membutuhkan banyak sekali produk, apalagi untuk bikin kulitnya jadi super glowing gitu. Nggak cukup pakai foundation aja! Harus ada highlighter, bronzer, contour, illuminator, dan produk-produk lainnya. Percaya deh, kalau dipakeinnya bener, nggak akan dempul kok!”

7. Menyalahgunakan kata “flawless”

“Kadang orang masih suka berpikir kalau makeup yang flawless itu adalah makeup yang tipis. Padahal, kulit orang itu kan beda-beda, ada beberapa orang yang butuh coverage lebih untuk menyamarkan noda kemerahan, bekas jerawat, atau flek-flek hitam. Kulit dengan concern seperti ini kan tentunya butuh full coverage foundation dan juga color correcting concealer, tapi kebanyakan orang udah takut duluan kalau makeup-nya akan keliatan dempul karena dipakein banyak produk.

Sebenarnya nggak gitu kok, karena justru makeup yang flawless bukan dari tebal atau tipisnya foundation tapi dari seberapa mulus dan ratanya complexion di wajah. Flawless itu kan, artinya tanpa cela.”

8. Terlalu parno

“Aku agak merasa terganggu kalau klien yang lagi aku kerjain mukanya itu selalu melototin apa yang aku pakein, terus dikit-dikit nanya, ‘Ini mau dipakein apa nih?’ ‘Itu buat apa?’ ‘Jangan tebel-tebel ya, dikit aja.’ semacam itu. Aku pun bisa jauh lebih tenang dan fokus ngerjain makeup klien kalo kliennya juga tenang dan nggak parno-an. Kan agak gimanaaa, gitu, kalau setiap mau makein sesuatu harus di-stop dulu.”

9. Touch-up terang-terangan

“Kalau memang ada yang nggak disuka dan mau diubah, nggak apa-apa kok, bilang aja langsung ke MUA-nya. Kita dengan senang hati akan memperbaiki apa yang kamu nggak suka. Lebih enak di kitanya juga kalo langsung dikasih tau mana yang salah, daripada nggak ngomong sama sekali terus cemberut dan touch-up terang-terangan di depan kita, kan jadi nggak enak juga ya..”

Nah, itu dia sembilan hal annoying yang dialami makeup artist. Memang sih, kita akan extra concern dengan hal-hal yang berurusan dengan wajah kita. Nggak salah kok, banyak tanya dan diskusi dengan makeup artist yang akan mendandani kita. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Kok aku kalau pake eyeliner suka keliatan galak, ya?” atau “Gimana cara bikin alis rapi tanpa harus dicukur?” itu boleh banget ditanyakan, karena toh bisa membuat ilmu kita bertambah.

Tapi kalau sudah menanyakan makeup yang dipakai asli atau palsu atau terlalu parno dengan produk yang akan dipakaikan, makeup artist pun juga nggak akan nyaman mengerjakan wajah kita. Karena itu, penting untuk kita cari tahu dulu style dari makeup artist. Buka Instagramnya, follow Snapchat-nya (kalau ada), karena dari pengamatan saya, banyak kok, makeup artist yang aktif di social media dan nggak segan berbagi tips atau sekedar memperlihatkan produk favorit yang sering mereka pakai.

Dengan begitu, kamu pasti ada gambaran seperti apa gaya makeup mereka dan kira-kira produk apa saja yang akan dipakaikan ke wajahmu. Nggak perlu lagi parno berlebihan.

Any makeup artists here? Punya pengalaman seru yang bisa di-share nggak? Tulis di komentar, ya!

Source : Female Daily.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s