Hada Labo Gokujyun Alpha Ultimate Anti-Aging Cream

Hello, back again with skincare review. I’ve finally decided to try this cream after I use the Lotion and Milk since many years ago. This line also have serum but I might try that later (also waiting for sale 😚😋).

Without further do, let’s start!

image

The packaging is so simple, just light weight plastic, 50ml but not too bulky, I kinda like it, save up so much space and reduce the weight of my suitcase when I bring it with me for travel.

image

I forgot to take a photo of the box, so sorry 😅.
This is license from Rohto Japan, so it’s not written in Japanese.
I got this around 8 dollars I believe, with 20% off.

image

It has inner lid, maybe to prevent from leaking, BUT… this cream in my opinion will not leaking at all.
Why? because it has a very very thick consistency. Even when I’m put it upside down like this, it doesn’t move at all.

image

Yes it is very sticky too, but after keep on patting and let it set for a few minutes, it’s not sticky anymore, and we can go to bed and have a nice sleep.

I usually use it in moderate amount after Lotion and Milk. If I use it too much, it gets harder to be absorb and it might be too rich for the skin.

I have dry skin so it really helps to moisturize my skin at night, and I gain no breakout.

image

You can always use spatula but because the diameter is really small for it, I usually just poke my clean finger in it. I know it’s not quite hygienic but putting spatula outside and exposed also not a good choice either.

Overall I love this night cream. Quite affordable with 50ml size jar (I hope they have a squeeze tube version, that would be more hygienic).
Really recommend for dry skin.

That’s all for my quick review. Hope you guys find it useful.
Thanks for reading.

Reynata M.S.

Generasi X, Y, Z (dan Alpha)

Ini saya kutip dari artikel di blog GKKK Mabes

Generasi X, Y dan Z

Dalam sejarah umat manusia, generasi berubah setelah sekian tahun. Dahulu lamanya satu generasi antara 40-50 tahun sehingga orang tua dan anak berada dalam 1 generasi. Kemudian perubahan lamanya satu generasi
bertambah cepat. Sekarang generasi berubah hanya dalam waktu 10 tahun sehingga generasi orang tua sudah pasti
bukan generasi anaknya. Orang-orang yang ada saat ini, berasal dari beberapa generasi yakni :

1. Generasi yang mengalami Perang Dunia II. Ini adalah generasi yang sudah lama berlalu.

2. Generasi sesudah PD II dikenal sebagai generasi baby-boomers (banyak anak kecil). Pada jaman perang banyak orang mati, tapi setelah perdamaian tercapai terjadi banyak kelahiran. Umur mereka sekarang 48-65 tahun. Ini adalah orang-orang yang harus membangun negara setelah perang. Saat kecil mereka harus bekerja keras. Tetapi makin lama ekonomi mereka membaik.

3. Generasi X yaitu anak-anak dari baby-boomer . Mereka lahir tahun antara 1963-1980. Umurnya sekarang 30-50 tahun. Mereka adalah generasi yang sangat cuek. Tidak mau mengurus orang, seringkali menghindari tanggung jawab. Tidak punya komitmen, tidak focus pada sesuatu. Seringkali bertanya mengapa harus saya? Karena seperti itu, generasi seperti ini sering mengalami perceraian.
Meskipun begitu mereka bisa menerima perbedaan (bangsa dan agama dll). Bahkan mereka bisa menerima orang-orang yang mempunyai orientasi seksual yang berbeda seperti LGBT (lesbian, gay, bisex, transgender) yang ditolak oleh generasi yang lebih tua.

4. Generasi Y yang disebut generasi yang malas. Mereka lahir tahun 1981-1994. Jadi saat ini yang berumur 20-30 tahun masuk generasi ini. Mereka punya pikiran, “Kalau
bisa tidak kerja kenapa harus kerja?” Mereka adalah generasi yang berutang. Bukan utang sembarang utang, tapi utang dengan kartu kredit. Kalau mau makan enak, makan dulu bayarnya bulan depan. Generasi-generasi sebelumnya berusaha untuk menabung kalau ingin sesuatu. Tetapi generasi Y bilang, “Ambil dulu siapa
tahu besok mati.” Kalau butuh mobil, gunakan kredit asal uang muka cukup. Bahkan kenikmatan pun bisa didapat
sebelum bayar. Generasi sebelumnya kalau mau jalan-jalan, mereka menabung dahulu. Generasi Y akan bilang, “Pergi dulu jalan-jalan, setelah pulang baru bayar.” Generasi ini ingin mendapat kepuasan segera. Segala sesuatu harus instan (segera) alias tidak sabar menunggu. Mereka kecanduan internet dan dibesarkan dengan teknologi, gadget dsbnya. Mereka harus on-line 24 jam/hari, 7 hari/minggu, 365 hari/tahun. Mereka selalu berusaha mengikuti teknologi.

5. Generasi Z. Mereka yang lahir tahun 1995-2009. Umur mereka sekarang 5-20 tahun. Waktu mereka lahir, internet sudah ada. Mereka sulit hidup tanpa mesin pencari (engine search ) seperti Google. Mereka menganggap internet sebagai kebutuhan dasar seperti air, listrik yang tidak bisa tidak ada. Mereka lahir dengan fokus teknologi. Seorang ibu yang anaknya baru berumur 7 tahun, tidak memberi anaknya ponsel karena khawatir digunakan untuk main game seharian. Anaknya hanya boleh main setelah papa-mamanya pulang dengan meminjam ponsel papa-mamanya. Jadi setiap papa atau mamanya pulang, ia berseru,”Papa, mama pulang. Handphone…handphone…!” Setelah ia dapat ponsel, akhirnya ia pun bermain. Anak ini akrab dengan teknologi. Suatu kali neneknya punya ponsel baru. Saat ia kebingungan menggunakannya karena terlalu banyak fitur yang ada (biasanya hanya digunakan untuk telpon dan SMS saja), sang anak membantu dengan mempelajari cara memakainya. Hanya dalam waktu beberapa menit, sang anak sudah bisa memakai dan mengajarinya. Itu yang disebut lahir dengan fokus teknologi. Tapi generasi ini belum bekerja karena usianya masih di bawah 20 tahun. Jadi tidak tahu nanti setelah dewasa mereka menjadi apa. Namun diprediksi , mereka akan bergaya hidup dan berkoneksi tinggi dengan high-tech . Mereka sangat ahli menggunakan perangkat media sosial seperti Facebook, Twitter dll.

6. Generasi Alpha yang lahir tahun 2010 – sekarang. Mereka umurnya baru 4 tahun.

PS : keponakan saya lahir tahun 2013, dan masuk generasi Alpha, umurnya baru akan menginjak 2 tahun, dan dia sudah sangat akrab dengan gadget, bahkan sudah punya tablet 7 inch untuk main game, dibelikan orang tuanya supaya nggak mengutak atik handphone orang tuanya ketika dia pinjam handphone mereka untuk main game, karena tidak menutup kemungkinan si keponakan mengirim sms secara tidak sengaja dan random, atau memencet fitur untuk menelepon dan lain sebagainya.