Pixy Blush, Rivera Blush

Sorry for late updates, Gong Xi Fat Chai 2566 everyone. Gong xi, gong xi.
Okay, sekarang kita lanjut ke reviewnya ya… ceritanya sekitar akhir desember lalu saya beli kosmetik di Jopankar Facebook. Beberapa di antaranya ada di postingan sebelumnya. Pada postingan ini saya ingin mereview produk yang baru pertama kali saya coba, terutama yang dari brand Rivera (yang susah ndapetinnya, berbeda dengan Pixy).

Pertama, kita mulai dengan blush dari Rivera, harganya sekitar IDR 48.000, warna no.2 Blushing Rose. Warnanya sebenarnya lebih ke peach coral dibandingkan rose, matte, tanpa shimmer. Packaging biru glossy dan bentuknya unik, nggak kotak dan nggak bulat. Plastiknya bagus, keliatan cukup elegan dengan gambar bunga di tutupnya.

image

Pixy no.6 carnation bloom, harga sekitar IDR 30an ribu kalo ga salah, warnanya peach coral with tiny golden shimmer in it. Jadi hasilnya nampak dewy glowy gitu.
Packaging standard sih, persegi panjang agak transparan.

image

Warna keduanya mirip sebenarnya, hanya beda di hasil akhirnya saja. Rivera lebih ke matte finish, Pixy lebih ke dewy/glowy finish. Menurut saya Rivera lebih pigmented daripada Pixy, namun dua-duanya blendable,dan Pixy juga buildable pigmentasinya.

image

Sekian review dari saya, semoga bermanfaat. Thanks for reading.
Reynata M.S.

Advertisements

Pixy & Skin Aqua BB Cream

Halo, apa kabar semuanya? Baik-baik aja kan? Semoga semuanya selalu sehat, bahagia, selamat, rejeki melimpah, dan umur panjang. Amiiiinnn…

Okay, kali ini saya akan mereview 2 base product lokal yaitu BB Cream Pixy (lisensi Mandom Japan), dan BB Cream SkinAqua (lisensi Rohto Japan). Ini wujud mereka berdua…

image

Saya beli dua produk ini di Jopankar Facebook yang bermarkas di Bandung sebelah toko King’s katanya (well, saya belum pernah ke Bandung, ini beli via online gitu, hihihi).

Yang pertama, Pixy BB Cream, isi 30ml harga sekitar IDR 30.000. Murmer bangeeettt… packagingnya juga imut-imut dan girly banget. Putih pink bunga-bunga. Tutupnya puteran dengan mulut tube berbentuk cukup lancip, sehingga memudahkan untuk mengontrol amount of product yang akan dikeluarkan.

image

Jika saja tutupnya fliptop akan lebih praktis, tapi nggak mungkin akan bercorong panjang kalo tutupnya fliptop.

Skin Aqua, yang ini harganya IDR 49.500. Isinya sekitar 20 gram, lebih sedikit dari Pixy tapi harganya lebih mahal.

image

Packagingnya warna putih seperti obat-obatan (ya nggak sih? Soalnya tiap liat bungkus obat tuh wujudnya rata-rata mirip gini). Tubenya pake tutup fliptop, jadi ga bingung naruh tutupnya ketika akan memakai produknya.

image

Tekstur Pixy lebih cair dibandingkan Skin Aqua. Warna Pixy saya pilih yang Ochre, warna yang lebih terang kalo ga salah nama shadenya Cream, yang lebih gelap nama shadenya Beige. Undertone nya memang tidak sekuning Skin Aqua ketika diswatch di kulit, tapi setelah ngeblend di kulit sih ga terlalu ashy warnanya, masih masuk dengan skintone saya yang sepertinya sekitar nc25 kalo pake color chart nya Mac.

Skin Aqua teksturnya lebih kental dibanding Pixy, dan undertone nya lebih kuning. Skin Aqua hanya ada satu macam warna, namun warnanya cocok dengan skintone saya. Namun Skin Aqua terasa agak lebih kering di kulit saya, nanti akan saya coba pakai lagi dengan pelembab yang lebih banyak, apakah masih accentuate dry patches or not.

image

Coverage dua-duanya sheer to medium. Cukup lightweight untuk daily use. Staying power not so long wearing, standard lah, so so aja, masih bisa dihandle dengan touch up.

image

Foto yang pake Skin Aqua.
image

Update:
Ternyata kalo kulit tidak sedang kering dan makeknya nggak kebanyakan, nggak nampak kering di kulit, hehehe. Waktu itu sepertinya karena saya lagi pake obat jerawat dan kulit saya mengelupas, jadi ketika pake bbcream Skin Aqua jadi nampak kering dan accentuate dry patches.

image

image

So far saya suka dengan dua produk lokal ini, selain harganya bersahabat dengan kantong, packagingnya cukup menarik, performa produknya tidak mengecewakan dan mudah didapat di toko terdekat di kota anda.

Sekian review dari saya, hope you guys find it useful. Thanks for reading.
Reynata M.S.

Pixy UV Whitening Compact Powder Coverlast

Halo… apa kabar semuanya? Gimana liburannya? Seru dan menyenangkan nggak? Kalo aku nggak ke mana-mana sih, cuma di rumah aja. Menikmati di rumah selama liburan, karena biasanya aku kos di kota lain, jadi pulang ke rumah udah seperti liburan buatku.

Kangen dengan supermarket langganan, langsung meluncur ke TKP dan kebetulan dari kemaren-kemaren pengen mbikin kartu member PBC Pixy. Akhirnya belanja beberapa produk Pixy, pokoknya minimal pembelanjaan rp 50.000 udah bisa daftar jadi member trus dapet hadiah pelembab. Aku dapet pelembab yang biru.

image

Aku beli bedak, Cleansing gel, dan Brow pencil. Maap Ponds bbcream dan LTpro eyelinernya ikutan mejeng, hehehe…

image

Bedak ini kubeli seharga rp30.000an. Cukup terjangkau dan tidak terlalu menguras kantong. Aku ambil shade Natural, awalnya antara Creamy dan Natural, lalu kulihat yang Natural sedikit lebih kuning daripada Creamy jadi aku coba yang Natural dulu.

image
Source : Pixy.co.id

PIXY UV Whitening Compact Powder Coverlast

Description
Bedak padat dengan Microsphere Powder
membuat noda tersamar, makeup halus
merata dan tampak alami, serta
berfungsi juga sebagai Oil Control Agent
untuk makeup lebih tahan lama.
Diperkaya dengan SPF20 dan PA++ yang
melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB
(net 10 gr)

Bedak ini biasanya aku bawa untuk touch up, jadi biasanya makeknya cuman tipis-tipis. Suatu hari di malam yang cerah, sebelum tidur, saya bereksperimen nyoba-nyoba makeup. Lalu aku coba apply pake spons bedak yang biasa dipake untuk to way cake. Surprisingly, hasil dari bedak ini halus, has a bit blurry effect without looking too cakey.

image

Kalo foto pake flash agak whitecast, aku cuma pake di area wajah, area leher nggak, untuk ngetest whitecast apa nggak. Mungkin karena ada SPF20 nya jadi memantulkan cahaya.

Overall I love this product, doesn’t break me out, oil control lumayan lah. Next time pengen nyoba warna yang Creamy, dan pengen nyoba cream compact powder, semacam two way cake tapi kayak creamy foundation gitu, agak lembek-lembek pas disentuh, apply pake blender sponge cocok tuh kayaknya.

Oke, sekian review singkat dari saya, hope you guys find it useful.
Thanks for reading.
Reynata M.S.

Review Eyeliner LTPro, pensil alis Sariayu dan Pixy

Pencils… bentuknya simpel dan mudah disimpan maupun dibawa. Ada 3 merek lokal yang mau saya ulas di sini, yaitu pencil liner LTPro warna hitam, dan brow pencil Sariayu warna hitam dan Pixy warna coklat. Ini dia wujudnya.

image

Pixy isinya lebih banyak, 1.14 gram. Sariayu sekitar 0.78gr. Harga pixy sekitar rp25.000 Harga sariayu sekitar rp20.000 . Bau kayunya agak menyengat yang pixy, entah kenapa. Kalo yang sariayu juga ada baunya tapi ga semenyengat pixy.

Tekstur pixy terasa lebih keras menurut saya dibandingkan sariayu, tapi keduanya cukup awet di alis asal ga digosok-gosok atau dikucek-kucek.

Ini alis yang saya warnai dengan Pixy warna coklat di bagian dalam alis dan Sariayu warna hitam di bagian ekor alis.

image

Untuk eyeliner, saya mencoba LTPro yang pensil, sebelumnya saya pakai urban decay yang glide on eye pencil kalo ga salah namanya. Denger-denger LTPro ini juga cukup creamy seperti UD, ya kan lumayan ada alternatif pilihan lain yang lebih mudah didapat di toko dan harganya tentu saja lebih murah, hehehe.
Tapiiii, ltpro pilihan warnanya ya terbatas, saya kurang tau macam warna lainnya, karena selama ini cuma liat yang warna hitam. Harganya dulu sekitar rp45.000, tapi sekarang sudah naik jadi sekitar rp60.000. Isinya 1.2gr.

image

Ini hasil aplikasi menggunakan eyeliner LTPro warna hitam, sangat pigmented dan cukup creamy, jadi bisa dismudge sebelum nge-set di kulit. Bisa jadi alternatif dari urban decay kalo yang warna hitam, kalo yang warna warni yaaaa, nggak ada.
Kalo kulit kelopak agak oily, agak smudge dan rontok gitu di ujung luar mata biasanya. Jadi sebaiknya pake eye primer dan dibedakin dulu.

image

Yak, sekian review singkat dari saya. Hope you guys find it useful.
Thanks for reading.
Reynata M.S.

Review Pixy Gel Eyeliner

Selamat malam semuanya, kenapa selamat malam? Karena saat saya menulis postingan ini, suasana sedang bercengkerama bersama keluarga di malam hari, kebetulan keponakan saya yang mulai belajar merangkak juga sedang berkunjung menjelang lebaran tahun ini.

Oke, kali ini produk yang akan saya review adalah produk lokal yang bernama Pixy. Saya sebenarnya tidak terlalu jago dalam mengaplikasikan eyeliner, baik pensil, liquid, maupun gel. Makanya saya lebih suka men-tightline waterline saya.

Awal saya pakai pencil liner dulu, lalu nyoba pake liquid liner yang model stylo spidol itu, nah saya penasaran dengan gel liner, tapi untuk belajar pake yang harga terjangkau dulu,hehehe. Akhirnya pilihan jatuh kepada Pixy Gel Liner.

Saya beli di Bilka supermarket, di konternya, harganya sekitar 28ribuan.

image

Bentuk kemasannya seperti Revlon Colorstay, tapi harganya jauh lebih bersahabat, hahaha. Di bagian atas tutupnya ada kuasnya, ditarik sampe copot, lalu ditancepin lagi di bagian atas tutupnya namun dengan posisi kebalikan dari sebelumnya.

image

image

Warna yang available setau saya hanya ada warna hitam. Teksturnya padat dan cenderung kesat, matte finish, dan cukup tahan lama. Tapi karena kesat itulah membuat gel liner ini agak susah diaplikasikan dengan mulus, not glide on easily on my lids.

Lalu saya coba melumasi kuas eyeliner saya dengan makeup remover terlebih dahulu, akhirnya lumayan bisa lebih lancar membuat garisannya, tidak terlalu tugging my skin, tapi tetap saja masih susah untuk membuat garis yang tipis dan mepet lashline.

Ini tampilan di mata saya :

image

image

Maap kalo pose saya sangat cocok sebagai supermodel majalah internasional terkenal.

Jujur saya masih belum pernah menggunakannya keluar rumah, masih nyoba-nyoba aja di rumah, setelah itu dihapus, nah menghapusnya juga agak repot karena bleber ke mana-mana, sekitar mata saya sampe jadi item-item dulu. Jadi habis banyak kapas dan makeup remover.

Pros :
+ Color payoff sangat pigmented
+ Bold colour
+ Sepertinya long lasting
+ Matte finish
+ Affordable price
+ Easy to find bahkan di konternya di supermarket

Cons :
– Kesat
– Tugging my skin
– Harus melumasi eyeliner brush dengan minyak dari makeup remover
– Bersihinnya beleberan ke mana-mana
– Varian warna cuma satu
– Terlalu cepat kering di eyelid jadi kalo lelet bisa keburu kering duluan eyelinernya sebelum “ditata” dengan baik

Sekian review singkat dari saya.
Hope you guys find it useful.
Thanks for reading.
Reynata M.S.

Review Viva Cream Shadow dan Pixy Pencil Eyeliner

Halo, apa kabar semua? Teteepp asiiikkk (kayak jingle nya salah satu acara tv yah? Hahaha). Kali ini saya akan mereview dua produk mata sekaligus pemirsa, yaitu Viva Cream Shadow dan Pixy Pencil Eyeliner.

Saya review Viva terlebih dahulu ya, saya beli cream eyeshadow ini di Surabaya Plaza atau nama populernya adalah Delta Plaza. Konter Viva dan Red-A berada tepat di depan Superindo. Jadi tidak sulit untuk mencarinya. Viva dan Red-A merupakan sister brand, namun Red-A lebih menyasar segmen untuk remaja.
Viva cream shadow ini harganya Rp8.000 saja, murah meriah kan?? Sayang pilihan warnanya kurang banyak, waktu itu saya mau beli yang warna krem tapi ga ada, yasudah akhirnya saya beli warna putih, mungkin saya akan beli yang warna gold karena saya sedang tidak punya warna gold.
Warnanya cukup pigmented, ya meskipun ngeblendnya harus sabar, krn cream shadownya ini bukan tipikal creamy yg licin nan mudah diratakan, tapi ini agak sedikit keset gitu, ada micro glitternya, biasanya saya pakai di inner lower lashline. Staying power cukup tahan lama kalo di inner lower lashline. Next time saya mau coba eksperimen pakai warna putih di eyelid, mix dengan warna lainnya juga tentunya 🙂
About the packaging, love the product, hate the packaging. Kemasannya nggak banget deh ini, bahannya sih ya plastik seperti pada umumnya, cuma ini modelnya tutup dipasang di atas kemasan gitu doank, ga terlalu rapat klo untuk dibawa travelling, jadi lebih cocok untuk dipakai ketika di rumah atau selain bepergian. Ingredientsnya sangat minim, well, berarti minim bahan kimia juga which is good for skin (^_^).

image

image

image
image

[left : one swipe, right : more than one swipe.[/caption]

Now move on to the next product. Pencil eyeliner Pixy warna abu-abu, kenapa saya pilih warna abu-abu? Karena waktu itu saya masih sangat newbie dalam hal make up, jadi saya asal comot ajah, wakakakakaka~
Pensil ini berlapis bahan kayu (yaeyalah namanya juga pensil), ada tutupnya plastik agak transparan, teksturnya empuk, ga keras ketika digoreskan ke eyelid, warnanya cukup pigmented, soal staying power saya lupa karena belinya udah lama banget, tahun 2009-2010 yang lalu, kalo tulisan produksi di pensilnya sih tahun 2009, udah kadaluarsa ya, hahaha. Harganya Rp 20.000 waktu itu saya beli di Hypermart. Beberapa bulan yang lalu saya gunakan sebagai eyebrow pencil, tapi karena kayaknya udah sangat lama dan sangat kadaluarsa akhirnya saya memutuskan untuk mempensiunkan pensil eyeliner ini (daripada saya kenapa-napa).

image

image
image

[swatch pixy gray pencil liner[/caption]

Pros Viva:
– Murah banget!!
– Quite pigmented.
– Not chalky and Not powdery (yaeyalah kan cream shadow).
Pros Pixy:
– Empuk.
– Affordable price.
– Pigmented.

Cons Viva:
– Packaging perlu diperbaiki dan dipercantik.
– Formulanya yang agak kesat ini dirubah menjadi tekstur yang lebih mudah untuk diblend.
Cons Pixy:
– Ga ada (^_^)

This is my review, any of you already use it too? What do you think? Share your opinion with me. Thanks for reading.
Reynata M.S